Minggu, 14 Oktober 2012

peristiwa hotel yamato


Insiden hotel Yamato

Sebelumnya ada yang udah tau tentang peristiwa ini? Kalau belum mari kita lihat bersama.

Insiden hotel yamato atau yang biasa dikenal dengan peristiwa perobekan bendera Belanda ini terjadi pada tanggal 19 September 1945. Sebelum terjadi peristiwa ini sebenarnya sudah dilakukan perundingan antara pihak Indonesia yang diwakili oleh sudirman dengan pihak Belanda yang diwakili oleh Mr. W .V. CH ploegman untuk menurunkan bendera Belanda, tapi gagal menemukan kesepakatan.


Latar belakang peristiwa

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dikeluarkannya maklumat pemerintahan Soekarno yang menyatakan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih harus dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia.

Pada saat yang sama, diadakan sebuah rapat raksaksa yang diadakan oleh barisan pemuda Surabaya yang berlokasi di lapangan tambak sari. Di lapangan sendiri sudah penuh dengan massa yang sudah melambaikan bendera merah putih sambil meneriakkan “merdeka”.

Kedatangan AFNEI

Pada tanggal 18 September 1945, datanglah AFNEI dan rombongan intercross dari Jakarta. Rombongan tersebut ditempatkan di hotel Yamato Jl. Tunjungan 65. Dan saat itu lah, hotel yamato dijadikan markas.


Pengibaran bendera Belanda

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada sore hari tanggal 19 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda, tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia.

Dalam waktu yang singkat, kabar tersebut telah tersebar di seluruh kota Surabaya dan Jl. Tunjungan di banjiri oleh massa yang terus mengalir dari pelosok Surabaya yang penuh dengan amarah. Di belakang hotel telah bersiaga beberapa tentaara Jepang.

Setelah itu sudirman yang dikawal oleh sidik dan haryono, masuk ke dalam hotel yamato untuk berunding dengan Mr. W .V. CH ploegman, agar pihaknya bisa menurunkan bendera Belanda yag telah dikibarkannya itu. Tetapi pada akhirnya ploegman menolaknya. Ploegman juga menolak mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan pun semakin memanas. Sampai ploegman pun mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian.
Ploegman pun tewas dicekik oleh sidik. Sementara sudirman dan haryono berlari keluar hotel. Sementara di luar hotel, massa yang telah mendengar pergolakan tersebut memaksa masuk kedalam hotel yamato, dan terjadilah perkelahian di lobi hotel.

Beberapa pemuda ada yang berusaha naik keatas hotel untuk menurunkan paksa bendera Belanda. Dan akhirnya hariyono dan kusno berhasil menurunkan bendera Belanda dan merobek warna biru dari bendera Belanda tersebut, dan menaikkan kembali bendera ke puncak hotel. Mengetahui peristiwa tersebut massa menyambutnya dengan meneriakkan “merdeka”.


Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara AFNEI. Akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi dan mengadakan gencatan senjata. Gencatan senjata tersebut gagal dan ditambah dengan matinya Brigadir Jenderal Mallaby, dan terjadilah Pertempuran 10 November 1945 yang terbesar dan terberat dalam sejarah Perang Kemerdekaan Indonesia dan ditetapkan menjadi Hari Pahlawan.


sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Insiden_Hotel_Yamato

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar